oleh

Tradisi “Ela-ela” 7 Tahun Terputus, Sekarang Dibangkitkan Lagi

INBISNIS.ID, TERNATE – Bakar ela-ela merupakan tradisi masyarakat Moloku Kie Raha sejak awal masuknya Islam untuk menyambut Lailatulkadar dan melepaskan bulan suci Ramadhan dilaksanakan pada malam ke-27 yang jatuh ada Kamis (28/4) sehingga Pemkot Ternate bersama pihak Kedaton Kesultanan memperingatinya bersama-sama yang dipusatkan di Kedaton Ternate.

Turut hadir dalam perayaan tersebut Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Sekretaris Kota Ternate Jusuf Sunya, Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah, Jo Kalem Buldan Ternate, H. Hidayatussalam Sehan, perangkat Kesultanan dan masyarakat Kota Ternate.

Jo Kalem Buldan Ternate, H. Hidayatussalam Sehan kepada awak media yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa tradisi Ela-ela atau membakar obor adalah seruan kepada seluruh bala kusu yang beragama Islam, agar menghidupkan malam Ela-ela itu dengan ibadah, zikir, silaturahmi dan bersyukur kepada Allah SWT.

“Insya Allah dengan ritual atau tradisi Ela-ela ini, diharapkan kita semua bertemu dengan Ramadan yang akan datang dan tidak tergolong orang-orang yang merugi,” harapnya.

Dalam tradisi Ela-ela itu juga, lanjut Hidaytussalam, tampak hadir pula masyarakat kesultanan yang beragama Kristen untuk membawakan damar, obor dan membantu dalam menyukseskan tradisi Ela-ela tersebut.

“Ini menandakan bahwa ikatan hubungan kuat kemanusiaan, toleransi, dan silaturahmi bagi masyarakat yang berbeda agama, serta suku di bawah naungan kesultanan Ternate yang sudah berlangsung selama berabad-abad,” katanya.

“Insya Allah akan tetap kami lestarikan, karena sudah 7 tahun tradisi ini terputus dan Alhamdulillah pada malam ini dengan bertahtanya Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah, tradisi kolano uci sabea ini kembali dilaksanakan,” sambungnya.

Sultan Ternate pada malam ini bertemu langsung dengan masyarakat Kota Ternate dan keluarga besar untuk saling bersalaman, bersilaturahmi dan saling mendoakan satu dengan yang lain.

“Saya berharap tradisi ini bisa merekatkan kembali hubungan kekeluargaan kesultanan Ternate dan seluruh rakyat bala kusu sekano-kano. Kemudian kembali saling sayang-menyayangi dalam bonaso serasai, sehingga kita mampu memberikan pelajaran dan kenang-kenangan yang terbaik bagi generasi kita yang akan datang,” pungkasnya.

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed