oleh

Sayur Lilin Kaleng Produk Primadona Unkhair

INBISNIS.ID, TERNATE– Rumah Produksi Fakultas Pertanian Universitas Khairun (UNKHAIR) sejak Juli hingga Agustus 2022 telah melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang di pusatkan di Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Kampus II Gambesi, Ternate , Maluku Utara.

Pengabdian Masyarakat dengan tajuk “PKM Sayur Lilin Kaleng bagi UMKM di Kota Ternate menghadirkan pelaku UMKM sebagai pelaku usaha sebagai bagian hilirisasi dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para dosen lingkup Unkhair yang dapat diimplementasi oleh masyarakat, pelaku usaha, juga pemerintah daerah.

Ketua Tim Pelaksana PKM Dr. Hamidin Rasulu, STP., MP.  kepada INBISNIS.ID pada Jumat (30/9), mengatakan bahwa keunggulan produk makanan kaleng ini terletak pada produk yang dikemas yaitu makanan tradisional khas Maluku Utara.

“Beberapa produk penelitian coba di kembangkan oleh para peneliti dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun salah satunya adalah sayur lilin kaleng”, terang Hamidin.

Sayur Lilin Kaleng Produk Primadona Unkhair

Sementara itu salah seorang dosen peneliti Angela Wulansari, STP., MP. yang mendampingi ketua Tim mengatakan bahwa agar pelaku usaha UMKM bisa mengadopsi teknik pengalengan makanan tradisional ini, disamping unik, juga memiliki masa simpan di atas satu tahun dan cocok untuk oleh-oleh Maluku Utara.

Pandangan lain dari tim peneliti yaitu Johan Fahri, SE., MPM., PhD mengatakan bahwa sayur lilin kaleng merupakan produk makanan tradisional yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik dari sisi aspek pasar maupun finansial. Dengan memanfaatkan komoditas pangan lokal serta pengolahan yang baik dari aspek keamanan pangan dan juga pengurusan izin edar produk akan memberikan kepercayaan bagi konsumen untuk memesan produk olahan ini baik secara langsung maupun melalui penjualan online.

Dr. Hamidin dan salah satu aggota tim sedang peragaan produk Sayur Lilin Kaleng

Dukungan penuh dari institusi Perguruan Tinggi Universitas Khairun melalui Rektor UNKHAIR bapak Dr. Ridha Ajam, M.Hum yang memberikan dukungan sarana dan prasarana penelitian terutama untuk mesin pengolahan makanan kaleng yang di sediakan di Rumah Produksi Universitas Khairun menjadi poin utama para peneliti untuk melakukan inovasi riset-riset di bidang pasca panen dan pengolahan dan pengembangan produk pangan.

Dekan Fakultas Pertanian yang berkesempatan hadir dan membuka kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh dosen dalam melaksanakan pengabdian masyarakat, dihadapan peserta yang hadir yaitu pelaku usaha UMKM dan juga penyuluh pertanian dari BPP Ternate Selatan berpesan bahwa pengembangan usaha dan juga didukung oleh proses budi daya sayur lilin menjadi modal awal untuk menjadikan produk makanan kaleng sayur lilin menjadi produk andalan bagi pemerintah Kota Ternate maupun pemerintah Provinsi Maluku Utara. Dengan dukungan para peneliti dilingkungan Universitas Khairun akan menjadi modal utama hilirisasi hasil-hasil penelitian dilingkungan masyarakat.

Perwakilan peserta PKM ibu Umul Chair Mahadin, SP., MSi selaku Kordinator BPP Ternate Selatan Dinas Pertanian Kota Ternate menyambut baik kegiatan PKM ini, dan berharap agar hasil-hasil penelitian seperti ini bisa diadopsi oleh pelaku usaha UMKM, serta akan mensosialisasikannya ke masyarakat dan petani untuk melakukan budi daya tanaman sayur lilin karena memiliki nilai ekonomis tinggi jika diolah menjadi produk makanan kaleng.

Harapan dari pelaku usaha UMKM Asaoumpu Production dalam mengembangkan usaha ini yaitu bisa bersinergi dan berkelanjutan terutama untuk pengalengan, perijinan dan juga pemasaran produk tidak hanya di pasar lokal tapi juga nasional.

Demikian juga keterlibatan mahasiswa di dalam program ini sangat dibutuhkan terutama dalam melakukan pendampingan bagi pelaku usaha lainnya. Mahasiswa yg terlibat dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian yaitu Janiah Husen, Siti Nurhalisa , Suryati, Rosmaida, Mirnawati, Julianti, Faisal La Gaga dan Mahmud N Djusmar.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed