oleh

Kurangnya Minat Membaca Dikalangan Remaja

INBISNIS.ID, RUTENG – Membaca merupakan kegiatan melihat tulisan bacaan dan proses memahami isi teks dengan membaca menggunakan suara atau dalam hati. Tujuan membaca yaitu, mencari serta memperoleh informasi mencakup isi teks,dan memahami makna bacaan. Kebiasaan membaca pada dasarnya merupakan pola aktivitas membaca yang dilakukan oleh pembaca polanya berkaitan dengan seberapa sering,seberapa baik dan apa yang harus dibaca.

Membaca buku dapat meningkatkan wawasan kita, dapat juga meningkatkan pengetahuan, kita dapat mendapatkan ilmu dan suatu hal yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita ketahui, maka dari itu membaca itu penting, banyak dampak positif besar yang mempengaruhi kehidupan kita.  Membaca buku dapat meningkatkan wawasan kita, dapat juga meningkatkan pengetahuan, kita dapat mendapatkan ilmu dan suatu hal yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita ketahui, maka dari itu membaca itu penting, banyak dampak positif besar yang mempengaruhi kehidupan kita.Di Indonesia, kegiatan membaca masih kurang diminati terutama di kalangan kaum remaja, seharusnya kalangan remaja menjadi generasi penerus yang cerdas bisa menjunjung tinggi martabat negeri ini, melalui membaca dan menulis.

Lantas bagaimana Indonesia menjadi negara yang bermartabat seperti yang dicita-citakan dengan para pendahulu kita bahkan keinginan semua orang, kalau minat baca saja masih rendah. Padahal bangsa yang terpandang karena memiliki masyarakat yang berkualitas, masyarakat yang berkualitas dapat lahir karena rajin membaca bahkan menulis.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca :

Pertama, Lingkungan Masyarakat. Lingkungan Masyarakat menjadi penting untuk kita karena bisa mempengaruhi sikap dan kepribadian kita sehari-hari kalau kita bergaul dengan lingkungan yang negatif kita akan terkena dampaknya. Itu artinya lingkungan di kalangan masyarakat terutama remaja sangat memprihatinkan belum lagi pergaulan bebas dan minuman keras.

Kedua, Pengaruh sosial media, sosial media kian marak, dari mulai Facebook, Instagram, Twitter Dll. Hampir semua remaja memilikinya, mereka lebih gemar mengupload Ria tentang makanan yang ia makan atau keluh kesah kehidupannya di sosial media ketimbang membaca buku. Bahkan hampir setiap remaja menghabiskan waktunya dengan bermain sosial media.

Seharusnya kaum muda dapat berhati-hati dalam memilih pergaulan, setidaknya remaja memiliki inisiatif untuk menciptakan lingkungan yang baik, menciptakan lingkungan gemar membaca agar paham karakter diri sendiri dan lingkungan.Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita susah bersaing dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam sistem perikehidupan rakyat kita. Seberapa strata pendidikan, kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental putra-putri Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita.

Ternyata para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.

Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, dimana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju.Ternyata mereka lebih unggul di sumber daya manusianya.

Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu kita tiru dan kita terapkan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.

Oleh : Hermina Afila Hanlita
Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng
(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed