oleh

In Memorial : dr Marhaeni Hasan, SpA. MM. Dokter Penyayang Anak itu Telah Berpulang

Oleh: Wartawan INBISNIS

Suatu waktu, di tahun 2003, Tepat pukul 06.00 WIT lebih sedikit, saya harus melarikan anak sulung saya ke rumahnya di Kompleks Pohon Pala karena diare dan muntah-muntah. Saat itu, dokter spesialis anak lagi sarapan pagi bersama keluarga. Ketika mendengar salam dari saya, sontak dia meninggalkan sarapan dan menemui saya dan istri bersama anak sulung yang ada dalam pelukan istri. Kami dipersilahkan masuk di ruang yang bersebelahan dengan ruang tamu. Ruang yang memang dipersiapkan untuk melayani pasien yang datang kerumahnya.

Tidak perlu menunggu lama, dokter spesialis anak yang sering di sapa dokter Neni ini pun muncul, lengkap dengan pakaian dokternya dan setescop dalam gengamannya. Senyum yang selalu akrab di raut, memberi kesan akrab bagi siapa saja yang baru dikenalnya.

Usai memeriksa dengan cekatan pena dimainkan diatas sebuah lembaran kertas dan menuliskan beberap obat, sambil menjelaskan aturan minumnya. Tak lupa beberapa petunjuk dan pantangan yang harus diikuti oleh kami, sangat ramah dan bagi saya ada nada ketegasan di situ agar pantangan harus dituruti.

“Obatnya diminum ya nak, semoga cepat sembuh,”tuturnya sambil mengusap kepala anak saya.

Hati yang was-was sebelumnya terhadap kondisi anak saya, setelah diperiksa kini  sedikit lega dan kamipun pamit pulang.

Seperti itulah pelayanan seorang dr Marhaeni Hasan, SpA. MM terhadap pasien, dan tentu bukan saja kami, semua pasien anak-anak selalu diperlakukan  seperti itu, ramah dan sesekali ada canda yang membuat anak yang datang berobat merasa aman dan terobati.

Rumah Sakit Ananda yang pernah didirikannya sangat dikenal oleh masyarakat di saat itu. Setiap sore saat jam prakteknya berjubel pasien anak memadati rumah sakit yang berlokasi di Kelurahan Takoma.

Sejak ditinggalkan, karen kesibukan sebagai seorang Dekan Fakultas Kedokteran di Kampus Universitas Khairun, Rumah Sakit Ananda menjadi sepi. Sebagai seorang dokter yang menghabiskan separuh hidupnya untuk kesehatan dan kedokteran, dr Neni memahami betul persoalan yang dihadapi daerah ini terhadap kekurangan tenaga dokter.

Maka saat mendengar bahwa Unkhair akan membuka Fakultas Kedokteran, maka dengan niat dan kesungguhan tekadnya mendukung penuh dan membantu melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi pihak Unkhair.

Saat bersama pimpinan Unkhair merayakan Dies Natalis Ke-6

Sejak Unkhair pertama kali secara resmi membuka Fakultas Kedokteran di tahun ajaran 2016-2017, dr Neni ditunjuk sebagai dekan pertama. Mulai saat itu kiprahnya sebagai seorang akademisi di bidang kedokteran di tunjukkan. Sifat mengayom dan dedikasi yang kuat dengan mengutamakan kedisiplinan ditunjukkan saat menjabat dekan periode pertama.

Di tangannya Fakultas Kedokteran Unkhair terus eksis dengan berbagai kegiatan inovatif. Berbagai kegiatan kerjasama dengan pihak luar telah ditandatangani. Sebanyak 94 sarjana kedokteran (dokter muda) telah dihasilkan. Bulan Maret lalu, Fakultas Kedokteran dibawah kepemimpinanya telah melakukan visitasi assesment lapangan oleh tim Asessor dari LAM-PTKes yang bertujuan untuk peningkatan status akreditasi Fakultas Kedokteran.

Teringat ketika menyampaikan sambutannya yang terakhir di saat memperingati Dies Natalis yang ke-6 Fakultas Kedokteran, Dekan yang low profile ini megatakan bahwa saat ini angkatan pertama telah menjalani pendidikan profesi Dokter atau yang disebut Koas di RS Chasan Boesoerie selama 1 tahun 11 bulan, dan pada Agustus tahun 2022 telah menjalani Koas 1 tahun, tidak lama lagi mereka akan menyelesaikan pendidikan profesi Dokter.

“Saya berupaya agar secepatnya Unkhair sudah menghasilka Dokter yang dapat mengisi kekosongan tenaga medis di daerah ini,” tuturnya di tengah perayaan Dies tersebut.

Namun semua rencana manusia hanya sebatas rencana.Tuhan punya kehendak sendiri. Tepatnya Senin, 1 Agustu 2022 pukul 14.20 kabar duka itu datang. Seorang dokter penyayang anak itu telah berpulang. Tokoh Kesehatan kebanggaan Maluku Utara menghembuskan napasnya yang terakhir di kediamannya.

Selasa (2/8/2022) jenazahnya diberangkatkan dari rumah duka untuk proses pemakaman. Keluarga, sahabat dan kerabat melepas kepergiannya. Ucapan bela sungkawa mengalir dari berbagai kalangan. Selamat Jalan dr Neni, Selamat jalan Orang Baik, moga amal dan pengabdianmu membuka jalan menuju jannah yang abadi.(Anto Hoda)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed