oleh

DPRD Warning Pemkot, DBH 2022 Dimasukan dalam APBD 2023

INBISNIS.ID,TERNATE– Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin  A. Wahid memberikan warning ke Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate yang menerima Dana Bagi Hasil (DBH) yang bersumber dari APBN 2022 senilai Rp 34,6 miliar masuk di APBD 2023.

“Kami Ikhtiar ini agar pengalaman tahun kemarin, DBH yang masuk digunakan untuk yang lain diharapkan tidak terjadi yang kedua kali di tahun ini,”  ujar Mubin pada, Selasa  (27/9/ 2022).

Mubin menyampaikan hal itu, menyikapi pernyataan Kepala BPKAD Kota Ternate H.Abdullah M. Saleh, bahwa, DBH Rp 34,6 miliar tak dimasukan dalam RAPBD-P 2022. “Kita alokasikan dalam APBD induk 2023. Alasannya, dana itu biasa  cair akhir Desember, tidak dimasukan dalam APBD-P 2022,” terang ketua BPKAD.

Mubin menyatakan, pemerintah menyampaikan DBH kurang bayar sebesar Rp 34,6 miliar. Mereka berpikir kemungkinan cair diakhir tahun 2022 atau diawal tahun 2023. Menurut mereka sebaiknya dianggarkan pada tahun 2023.

“Monggo (silahkan), kalau perhitungan mereka masuk diakhir tahun juga kita tidak bisa bikin apa-apa. Tapi perlu diingat jangan dia masuk diakhir tahun, namun digunakan untuk yang lain,  Padahal sudah anggarkan ditahun 2023,” lanjut Mubin.

Mubin mengatakan, itu juga akan intens bahas di APBD perubahan. Ada pertemuan tahap I akhir di APBD perubahan. Sehingga nanti kita coba lihat dinamika betul-betul DBH kurang bayar itu kemungkinan diakhir Desember baru bisa cair atau diawal Januari sangat bagus kalau dianggarkan atau dimasukan dalam APBD 2023,” sambungnya.

Tapi kalau awal tahun seperti minggu pertama atau kedua bulan Desember, kenapa tidak dianggar- kan dalam APBD Perubahan 2022. Nanti akan dilihat lagi.

Antisipasi kondisi yang terjadi di 2021 tidak terulang kembali di tahun 2022, menurut Mubin, justru itu pembahasan akan kita lihat dinamikanya.

“Kalau memang kita pertimbangkan betul masuk diakhir tahun, monggo (silahkan). Tapi kalau masuk diawal-awal tahun kita jangan lagi ploting di APBD tahun 2023. Nanti kita lihat dinamikanya,” lanjut Mubin.

Mudah-mudah betul diakhir tahun ploting di 2023, oke. Tapi kalau masuk di  minggu pertama Desember kemudian diploting di 2023,  “Saya yakin dan percaya realisasi pendapatan tidak tercapai, pasti digunakan juga sehingga doubel,” katanya melanjutkan.

Akhirnya yang korban program kegiatan di tahun anggaran 2023. “Mudah mudah itu tidak terjadi yang kedua kali,” tandasnya. (ud).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed