oleh

Catatan Muscab Serentak Demokrat Malut, Ini Pesan AHY.

INBISNIS.ID, MALUT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat di 10 Kabupaten dan Kota Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan  kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) secara Serentak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Hotel Sahid Bela Ternate yang diawali dengan Pra-Muscab pada Minggu (15/5) dan Muscab sendiri dilaksanakan pada Senin (16/5) yang dibuka dengan resmi secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Saat Pramuscab yang dilaksanakan langsung oleh BPOKK DPP dibawah komando sekretarisnya, Rocky Amu dengan agenda verifikasi faktual administrasi peserta pemilik suara sehingga telah menghasilkan keputusan penting kemudian dilanjutkan dengan penerapannya pada rapat pleno hari kedua saat Muscab berlangsung.

Keputusan penting saat rapat pleno tersebut menetapkan 1 orang calon yang akan diusulkan sebagai Ketua DPC. Sementara 2 DPC yakni Kota Ternate dan Kabupaten Kepulauan Sula menetapkan 2 orang sebagai Calon Ketua DPCnya, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 orang Calon Ketua DPC yakni, Kabupaten Halmahera Barat, menetapkan Ibnu Saud Kadim, sebagai Calon Ketua DPC, Halmahera Timur Said Mustafa, Halmahera Tengah Wahab Nurdin, Halmahera Selatan Hud Him Ibrahim, Halmahera Utara Janlis Kitong, Kabupaten Pulau Morotai Zainal Karim, Kab. Pulau Taliabu M. Taufik Toib Koten, Kota Tidore Ridwan Moh. Yamin, Kota Ternate 2 orang Calon, Heni Sutan Muda dan Suhardi Hukom ,serta Kabupaten Kepulauan Sula juga 2 Calon, H. Faruk Bahan dan Sinaryo Thes.

Ke 12 Calon Ketua DPC ini selanjutnya akan mengikuti tahapan Fit and Proper test sebelum ditetapkan menjadi Ketua DPC.

 “Target kami di akhir bulan Mei sudah ada penetapan siapa ketua-ketua DPC di 10 Kabupaten dan Kota di Provinsi Maluku Utara ini,” ungkap Sekretaris DPD Malut Junaidi Baharuddin kepada INBISNIS.ID.

Saat membuka Muscab secara serentak ini, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono  (AHY) dalam sambutannya melalui video rekaman menyampaikan arahan dan pesan kepada seluruh Kader Partai Demokrat di Provinsi Maluku Utara, bahwa Muscab bukan menjadi ajang kompetisi melainkan menjadi ajang konsolidasi, harmonisasi dan rekonsiliasi untuk menjemput kemenangan Partai Demokrat pada Pileg, Pilpres dan Pilkada Serentak 2024.

“Oleh karena itu kita harus fokus dan serius untuk mempersiapkan struktur partai mulai dari pusat hingga ke daerah, cabang, anak cabang juga para kaders, sehingga selebihnya lima tahun kedepan kita semua mengharapkan Partai Demokrat menjadi partai yang cerdas, modern dan adaptif, juga semakin kuat dan terhormat”, tutur AHY

“Demokrat harus konsisten pada komitmennya berkoalisi dengan rakyat, terus hadir bersama rakyat dalam kondisi apapun,” tegas AHY

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Maluku Utara, Junaidi Bahruddin, dalam rilisnya  menyampaikan bahwa Muscab merupakan forum musyawarah partai dalam mengambil keputusan yang bersifat strategis di tingkat Kabupaten dan Kota. Salah satu agenda Muscab adalah memilih, menetapkan dan mengusulkan sebanyak banyaknya 3 nama calon Ketua DPC kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk salah satunya dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat oleh Tim 5 yang terdiri dari 3 orang unsur DPP (Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK) dan 2 orang unsur DPD, Ketua dan Sekretaris DPD Maluku Utara.

Suatu catatan penting yang perlu diinformasikan bahwa dari sepuluh Kabupaten dan Kota saat pleno kemarin 8 DPC secara aklamasi mengusung satu calon kandidat Ketua DPC yang diusulkan ke DPP, sedangkan 2 DPC yaitu Kota Ternate dan Kepulauan Sula 2 kandidat yang diusulkan.

Hasil pantauan awak media saat Muscab berlangsung, terjadi sedikit dinamika dalam Muscab tersebut, dimana ketika sidang pleno yang dilakukan DPC Kota Ternate sempat terjadi skorsing sidang selama kurang lebih 5 jam, disebabkan karena beberapa peserta sidang mempertanyakan keabsahan dari pelaksana tugas (plt) PAC Kota Ternate Selatan, namun saat skorsing dicabut musyawarah dapat dilanjutkan ketika panitia penjaringan dapat menunjukan dokumen dan bukti-bukti yang kuat secara administrasi.

Hal ini ketika dikonfirmasikan kepada Sekretaris DPD, dia mengatakan bahwa ini biasa dalam sebuah demokrasi, pasti ada dinamika-dinamika yang terjadi. Namun hal penting yang harus diingat menurutnya, apa yang telah dikatakan Ketum AHY.

 “Muscab bukan menjadi ajang kompetisi melainkan menjadi ajang konsolidasi, harmonisasi dan rekonsiliasi untuk menjemput kemenangan Partai Demokrat pada Pileg, Pilpres dan Pilkada Serentak 2024”, pungkas Junaidi.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed