oleh

Bincang Santai Bersama Loela Drakel dan Mukhtar Adam

INBISNIS.ID, TERNATE – “Ke A2w satu set Domino”, demikian notif yang tertulis di Whatsapp saya dikirim dari Mukhtar Adam pada Jumat Malam (17/6). Setelah membalas, spontan saja, saya meluncur ke Cafe yang terletak di Kelurahan Toboko, disana sudah menunggu Mukhtar dengan Abdul Halil Drakel (Loela Drakel) sang legend yang hits dengan tembang “Anggur Merah” tersebut.

Publik Maluku Utara, bahkan Indonesia Timur  sangat familiar dengan sosok penyanyi yang top di tahun 70-80 an ini. Bahkan blantika musik Indonesia diwarnai dengan suara khas dengan karakter keTimuran yang dimiliki sang legend dengan puluhan album hits yang sudah dihasilkan.

Begitu juga dengan Mukhtar Adam, akademisi dan pengamat ekonomi Maluku Utara yang dikenal dengan analisis dan kritikan tajam terhadap berbagai kebijakan ekonomi pemerintah daerah menjadikan mereka berdua baik Loela maupun Ota sama-sama dikenal masyarakat Maluku Utara dengan talentanya masing-masing.

Malam itu, kami dipertemukan dalam sebuah perbincangan yang menurut saya sangat menarik tentang rencana kehadiran sebuah cafe nostalgia yang digagas Ota bersama Loela. Kolaborasi antara Seni Musik dan Akademisi akan menjadi warna tersendiri karena mengandung nilai tontonan dan tuntunan

Menurut Ota bahwa konsep yang akan dihadirkan ini memiliki ciri khas dengan pasar tersendiri. Publik yang berumur di atas 40 yang senang dengan tembang-tembang kenangan akan menyukai ini.

“Saya dengan bang Loela akan menggarap sebuah proyek hiburan bertopik “Cafe Nostalgia Loela Drakel” dengan memanfaatkan Kampung Melanesia yang berlokasi di Kelurahan Gambesi”, tutur Ota.

Lebih jauh disampaikan Ota, bahwa bang Loela akan mendominasi satu malam yaitu malam Sabtu untuk mengatur secara bergilir beberapa orang penyanyi Top Indonesia akan hadir di Kampung Melanesia membawakan lagu Nostalgia tempo dulu yang sangat populer. Sedangkan waktu yang lain Cafe ini akan mengundang para dosen, terutama Dosen Bahasa Inggris untuk hadir dengan persyaratan bahwa pada hari tersebut semua pelayanan maupun musik menggunakan bahasa Inggris.

“Selain musik dan pendidikan bahasa inggris, penting juga untuk diatur satu waktu kehadiran ustadz atau ulama, agar pengunjung yang datang  mendapat siraman rohani disaat menyantap hidangan khas yang disajikan”, terang Ota

Semantara Loela, pemilik nama asli Abdul Halil Drakel ini akan memanfaatkan pengalaman entrepreneur  menuangkan semua ide dan gagasan dalam mendesain Cafe Nostalgia menjadi unik dan menarik bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate, salah satunya juga pengalamannya membuat program Loela Drakel Mencari Bakat yang pernah dia buat.

Bincang santai ini terus berlanjut hingga pukul 12.00 WIT dan akhirnya ditutup dengan olah pikir (permainan domino). Saya berpasangan dengan Mantan Dekan III Fakultas Ekonomi, Nonce Hasan melawan pasangan Ota dan Bang Loela. Jangan ditanya siapa menang dan kalah. Namun bang Loela sendiri mengakui bahwa talenta manusia berbeda-beda.

“Saya punya kelebihan di olah suara, tapi untuk olah pikir, saya angkat topi untuk lawan pasangan saya”, pungkas Loela.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed