oleh

BI Malut siapkan 1,45 Triliun untuk “Tambaru Doi ”

INBISNIS.ID, TERNATE – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara menyiapkan Rp.1,45 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat, salah satunya adalah tradisi “Tambaru Doi” berupa kegiatan berbagi rezeki dengan sesama akan meningkatkan kebutuhan uang yang harus disiapkan ketersediaannya.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara R. Eko Adi Iriyanto dalam acara Semarak Tarhib Ramadhan 1443 H dengan cinta, bangga, paham rupiah  pada Jumat (1/4) di Dhuafa Center, Kota Ternate.

“BI selaku otoritas di sistem pembayaran telah menyiapkan uang kartas sebesar Rp 1,45 Triliun guna memenuhi kebutuhan uang tunai selama bulan suci Ramadhan  hingga Idul Fitri 1443 H ,” terang Eko.

Eko Adi Iriyanto memproteksi penggunaan uang di saat bulan Ramadhan tahun ini bisa mencapai Rp 876 miliar atau meningkat 11 persen dari bulan Ramadhan tahun lalu. Sehingga, BI menginisiasi ajakan kepada masyarakat untuk makin bijak dalam memperlakukan uang rupiah sebagai alat pembayaran dan salah satu simbol kedaulatan negara.

Beberapa program yang diluncurkan pada saat Tarhib BI menyelenggarakan serangkaian kegiatan Serambi Rupiah Ramadan Belanja Bijak dan rawat rupiah.

Selain itu menurut Eko, pihaknya juga akan melakukan layanan kas keliling secara retail yang berlokasi di depan Kantor Wali Kota Ternate setiap Senin sampai Rabu mulai 6 April 2022 berkolaborasi dengan penyelenggaraan Pasar Ramadan bersama HIMBARA.

“Kami akan meningkatkan layanan pemenuhan, penukaran uang kartal, Uang Pecahan Kecil (UPK) di 66 titik jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara,” jelasnya.

Selain itu terdapat kegiatan edukasi Rupiah yang mengedepankan konten Cinta Bangga dan Paham Rupiah dimana pihaknya akan berkolaborasi dengan tokoh agama, pegiat ekonomi dan keuangan syariah.

“Dengan tema tersebut, kami mengajak masyarakat agar makin bijak menggunakan Rupiahnya dalam bertransaksi, tidak berlebihan dan sesuai kemampuannya sehingga fluktuasi harga barang untuk meningkatkan uang beredar selama Ramadan dapat lebih terkendali,” pinta Eko.

(Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed